yes.. or no..
life is full of choices, chocolate or strawberry?? hot or cold?? yes or no??
will u count d decision of choices that u have 2 made in 1 day??, must b more than 10.
we even start our day with choices, what time we’ll wake up 5 or 6 in d morning..
mostly.. people make decision based on their experiences or schedule.. i decide 2 go 2 d office @ 8am, bec it’s a exact time, i won’t be late..
people ask me about status, why do i choose 2b a single?? when i’ll get marry?? why can’t 1 find another man after my last relations??. smtimes i feel tired answer that kind of question. hmmmmm… "is it wrong 2b a single, is there any guarantee that i’ll b happy if i have sm1 by my side right now??" difficult question right???
everybody has a different reason 4 getting marry,n i have mine.. "i wanna get marry with sm1 i luv, n he must luvs me to
".. quite simple isn’t it? n.. i wanna get marry bec I WANT .. not bec I HAVE..
experiences teach me lots of thing.. n for me.. pain is a power
i’m thankful for been hurt so bad,then i learn not to hurt smone
i’m thankful for tears that fells many nights, then i learn not to make smone sad
most of all.. i’m thankful that i found Him. 4 some1,thanks 4 come into my life, you teach me lots of thing
my bestfriend, adhi said that i’m too naif. "uthe, life is cruel..open up your eyes" he said. Di, u won’t see that kind of girl again , Insyaallah .my life is mine.. no one can take it from me.
to my beloved family n friends.. i’m just a baby who try to stand up again after fall. just give me a time.
just like Vita said "uthe, semua akan indah jika datang tepat pada waktunya" honey.. i believe it’s true.
smday if my time has come,i’ll choose 2 say I DO…
it’s almost 10pm,i’m sleepy n d light has turned down.
KRINGGGG my sel phone ring "who’s calling??? 1 of my friend i guess" i wonder. feels dizzy, i reach my sel n open up my sleepy eyes. Voila… it’s BUBU ( nick name for my beloved mommy). "Assalamualaikum".. "waalaikumsalam".. i reply. She tells me what she does n how much she enjoy it. Just like an ordinary mom, she asks bout home n bla..bla..bla… KLIK.. the phone end.
KRINGGGGG… i reach my sel quickly, it must be bubu. b4 d 1st phone end, he asks not 2 sleep. " i’ll call again in 10 mnts" she said. "ALLAHUAKBAR…ALLAHUAKBAR.." no i knew d reason, she wants me 2 listen adzan directly from MEKKAH. suddenly,i stop breath 4 a few sec, smthing weird happen.
D adzan finish, n i start 2 listen smthing " YA ALLAH, terimakasih kau telah mengizinkan aku datang ke rumahMU,kelak.. izinkan pula anak-anakku untuk datang mengunjungiMU..(her voice changes, she’s crying…).. i keep listening n say AMIN..
"sayang, sudah dulu ya.. mama mau solat. Assalamualaikum".. KLIK.
my pillow already full of tears.. i wake up n try 2 control rhythm of breath.
it’s only 1 Adzan, n she stays @ Mekkah for 3 months, i wonder tears that has been fallen from her eyes…
my angel…
what’s up dgn kepala gw????…
knapa ga bisa diangkat???
kl gw coba angkat,AAAWWWWWWWWWWW………. kepala gw sakit bgt
biasanya gw cb utk cuek..tetep bangun,ambil handuk,trus mandi.. Insyaallah baik setelah i have my bfast n minum obat
kl ini, it doesnt work!!!!
i take my phone.. kirim sms 2 my bos "Dear sir, i can’t come 2 d office 2day, feeling un well,TQ"
Oleh: Bayu Gawtama
05/12/2005 10:09 WIB
Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah?
Sudah
pasti jawabannya adalah kehamilan. Seberapa jauh pun jalan yang harus
ditempuh, seberat apa pun langkah yang mesti diayun, seberapa lama pun
waktu yang kan dijalani, tak kenal menyerah demi mendapatkan satu
kepastian dari seorang bidan; "positif".
Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahan hidup kecuali benih
dalam kandungannya. Menangis, tertawa, sedih dan bahagia tak berbeda
baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di
perutnya. Seringkali ia bertanya; menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedih atau
bahagiakah ia di dalam sana? Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang
mampu menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika mati pun akan
dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia.
Rasa sakit pun sirna sekejap mendengar tangisan pertama si buah hati,
tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran. Detik itu, sebuah
episode cinta baru saja berputar.
Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak-anak.
Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama rekan
sekerja, teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak-anak. Si
kecil baru saja berucap "Ma." segera ia mengangkat telepon untuk
mengabarkan ke semua yang ada di daftar telepon. Saat baru pertama berdiri,
ia pun berteriak histeris, antara haru, bangga dan sedikit takut si
kecil terjatuh dan luka. Hari pertama sekolah adalah saat pertama kali
matanya menyaksikan langkah awal kesuksesannya. Meskipun di saat yang sama,
pikirannya terus menerawang dan bibirnya tak lepas berdoa, berharap
sang suami tak terhenti rezekinya. Agar langkah kaki kecil itu pun tak
terhenti di tengah jalan.
"Demi anak", "Untuk anak", menjadi alasan utama ketika ia
berada di
pasar berbelanja keperluan si kecil. Saat ia berada di pesta seorang
kerabat atau keluarga dan membungkus beberapa potong makanan dalam tissue.
Ia selalu mengingat anaknya dalam setiap suapan nasinya, setiap gigitan
kuenya, setiap kali hendak berbelanja baju untuknya. Tak jarang, ia
urung membeli baju untuknya dan berganti mengambil baju untuk anak.
Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil. Meski pun, terkadang ia
harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan, demi anak.
Di saat pusing pikirannya mengatur keuangan yang serba terbatas,
periksalah catatannya. Di kertas kecil itu tertulis: 1. Uang sekolah anak, 2.
Beli susu anak, . nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi
jelas di situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya. Bahkan,
tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu si kecil tetap
terbeli. Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa pun akan dilakukan agar
senyum dan tawa riangnya tetap terdengar.
Ia menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak
pernah dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi
babby sitter yang paling setia. Sesekali ia menjelma menjadi puteri salju
yang bernyanyi merdu menunggu suntingan sang pangeran. Keesokannya ia
rela menjadi kuda yang meringkik, berlari mengejar dan menghalau musuh
agar tak mengganggu. Atau ketika ia dengan lihainya menjadi seekor
kelinci yang melompat-lompat mengelilingi kebun, mencari wortel untuk makan
sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengarnya dari
kisah-kisah yang tak pernah absen didongengkannya. Kantuk dan lelah tak
lagi dihiraukan, walau harus menyamarkan suara menguapnya dengan auman
harimau. Atau berpura-pura si nenek sihir terjatuh dan mati sekadar untuk
bisa memejamkan mata barang sedetik. Namun, si kecil belum juga
terpejam dan memintanya menceritakan dongeng ke sekian. Dalam kantuknya, ia
terus pun mendongeng.
Tak ada yang dilakukannya di setiap pagi sebelum menyiapkan sarapan
anak-anak yang akan berangkat ke kampus. Tak satu pun yang paling ditunggu
kepulangannya selain suami dan anak-anak tercinta. Serta merta kalimat,
"Sudah makan belum?" tak lupa terlontar saat baru saja memasuki
rumah.
Tak peduli meski si kecil yang dulu kerap ia timang dalam dekapannya
itu sudah menjadi orang dewasa yang bisa membeli makan siangnya sendiri
di kampus.
Hari ketika si anak yang telah dewasa itu mampu mengambil keputusan
terpenting dalam hidupnya, untuk menentukan jalan hidup bersama
pasangannya, siapa yang paling menangis? Siapa yang lebih dulu menitikkan air
mata? Lihatlah sudut matanya, telah menjadi samudera air mata dalam
sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar buah hatinya ke kursi pelaminan.
ia menangis melihat anaknya tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin. Di
saat itu, ia pun sadar buah hati yang bertahun-tahun menjadi kubangan
curahan cintanya itu tak lagi hanya miliknya. Ada satu hati lagi yang
tertambat, yang dalam harapnya ia berlirih, "Masihkah kau anakku?"
Saat senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai berbicara
tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya kan berakhir.
Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya, "Bila ibu meninggal,
ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingin dimandikan sambil
dipangku kalian". Tak hanya itu, imam shalat jenazah pun ia meminta dari
salah satu anaknya. "Agar tak percuma ibu mendidik kalian menjadi anak
yang shalih sejak kecil," ujarnya.
Duh ibu, semoga saya
bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimana mungkin saya tak ingin memenuhi
pinta itu? Sejak saya kecil ibu telah mengajarkan arti cinta sebenarnya. Ibulah
madrasah cinta saya, sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran: CINTA.
Sekolah yang hanya ada satu guru: PECINTA.
Sekolah yang semua murid-muridnya diberi satu nama: yang
DICINTA.**
middle of night.. still can’t sleep
I can’t remember when this bad habit start 2 begin,sleep soo
late
I just knew it’s been a year
Try so hard 2 close this eyes, I HAVE 2 !!!!!!!!! still….. I
can’t
What happen with me??? Is it bec of IT??? YES.. a have 2
admit
I need smthing.. I need smthing..
I start to speak with my Allah SWT , I knew He’ll listen, as
if He sits next 2 me..
I talk to Him along d’night.. I talk to Him till I tired
“Each people has their own script that have been made by
Him, u just have 2b a good actor. Smtimes He gives you a difficult scene (I’m
not going to use “bad scene”, coz everything that He give must b a good ) that’s so hard 2b play, n make u think bout
“stop “. “He’s a good director, He’ll guide u to finish your script. Smthimes
He’ll let u to do by your own, then He
can see that u’re a good actor/not, but..Just believe, He’ll never leave u,even
when the drama is finish”, smthing whisper
I’m tired.. it’s almost 3 in the morning..
Overslept….